Airborne Infection Control-Ventilation, IAQ & Energy For Providing a Healthier working Environment

Berjaya Times Square Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia
10-12 November 2010

 

Acara ini adalah konferensi ASHRAE ke-16 mengenai Indoor Air Quality (IAQ), dan pertama kalinya dilaksanakan di luar Amerika Serikat. Konferensi ini merupakan diseminasi hasil penelitian sebanyak ± 79 makalah yang diseleksi dari sekitar 500an penelitian yang berasal dari seluruh dunia. Topik penelitian adalah “Airborne Infection Control–Ventilation, IAQ & Energy”. Sesi berbarengan adalah ketika diseminasi disampaikan pada waktu yang sama di ruang terpisah berdasarkan pembagian topik dan peminatan.

 

 

Sekilas tentang Indoor Air Quality (IAQ) di Rumah Sakit


Rumah sakit (RS) adalah sarana pelayanan kesehatan baik preventif dan kuratif untuk pasien, selain itu RS juga harus mampu melindungi kesehatan para pengunjung dan petugas kesehatan. Perlindungan terhadap kesehatan penghuni RS disebabkan transmisi influenza dan penyakit lain dapat terjadi melalui 3 cara, yaitu: kontak, large droplet spray, dan aerosol transmission. Keberadaan pasien di rumah sakit adalah salah satu sumber kontaminasi udara yang berasal dari respirasi pasien dalam bentuk partikel dan droplet antara lain, pada saat batuk atau pada luka terbuka. Droplet yang berasal dari respirasi manusia dapat menjadi pembawa virus (virus-carriers). Pada umumnya, bila bakteri patogen menempel di kulit tidak akan mematikan, tetapi kalau terhirup maka dapat berbahaya tergantung dari sensivitas manusia. Dengan demikian, maka fasilitas rumah sakit memiliki risiko tinggi akan terjadinya airborne cross-infection (infeksi silang yang penularannya melalui udara). Kualitas udara dalam rumah sakit perlu diperhatikan, karena alasan sbb:


1.    Perlindungan terhadap petugas (kenyamanan dan kesehatan saat bekerja).
2.    Perlindungan terhadap pasien (infeksi nosokomial dapat menjadi fatal).
3.    Mitigasi terjadinya epidemi dan pandemi (karena vaksin terlambat untuk pandemi dan dapat tidak sesuai dengan epidemi).

 

Infeksi yang timbul akibat transmisi melalui udara dipengaruhi beberapa hal berikut ini:


1.    Banyaknya jumlah penderita dengan penyakit infeksi yang dapat mengkontaminasi udara.
2.    Banyaknya jumlah orang yang rentan terhadap penyakit.
3.    Lama waktu terpajan.
4.    Rerata ventilasi.
5.    Tingkat menetapnya aerosol yang terkontaminasi.
6.    Kekuatan pertahanan bakteri patogen di udara.
7.    Suhu dan kelembaban.

 

(Source : Rana Y. Nasir (Dir. Rating & Technology) - GBC Indonesia)

(Yanu Aryani (Senior Rating Analyst) - GBC Indonesia)

Attachments:
Download this file (IAQ ASHRAE - GBC Indonesia.pdf)IAQ ASHRAE - GBC Indonesia.pdf[IAQ ASHRAE - GBC INDONESIA]729 Kb